Pengukuran Website dan Esensi Web


Pengukuran Website dan Esensi Web Beserta Contoh Jurnal Penelitian.
KUALITAS PENGUKURAN WEBSITE
METODE SERVQUAL
Metode servqual adalah suatu kuesioner yang digunakan untuk mengukur kualitas jasa. Cara ini mulai dikembangkan pada tahun 1980-an oleh Zeithaml, Parasuraman & Berry, dan telah digunakan dalam mengukur berbagai kualitas jasa. Dengan kuesioner ini, kita bisa mengetahui seberapa besar celah (gap) yang ada di antara persepsi pelanggan dan ekspektasi pelanggan terhadap suatu perusahaan jasa. Kuesioner servqual dapat diubah-ubah (disesuaikan) agar cocok dengan industri jasa yang berbeda-beda pula (misalnya bank, restoran, atau perusahaan telekomunikasi).
Metode Servqual merupakan metode yang digunakan untuk mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap (kesenjangan) yang merupakam selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang telah diterima dengan harapan terhadap yang akan diterima. Pengukurannya metode ini dengan mengukur kualitas layanan dari atribut masing-masing dimensi, sehingga akan diperoleh nilai gap yang merupakan selisih antara persepsi konsumen terhadap layanan yang diterima dengan harapan konsumen terhadap layanan yang akan diterima.  Namun, secara umum memang belum ada keseragaman batasan tentang konsep servive quality (servqual). Beberapa pendapat para ahli tentang konsep servqual tersebut, antara lain:
  1. Christopher Lovelock dalam bukunya “Product Plus: How Product+Service=Competitive Advantage (1994), yang menyatakan bahwa suatu gagasan yang sangat menarik, yaitu tentang bagaimana suatu produk bila ditambah dengan pelayanan (service) akan menghasilkan suatu kekuatan yang dapat memberikan manfaat bagi perusahaan dalam menndapatkan profit (keuntungan).
  2. Lovelock menggambarkan titik rawan dalam pelayanan ke dalam diagram kelopak-kelopak sebuah bunga yang terdiri dari; information (informasi), consultation (konsultasi), ordertaking (keyakinan), hospitality (keramahtamahan), caretaking (perawatan), exceptions (pengecualian), billing (transaksi administrasi), dan payment (pembayaran)
Metode servqual memiliki dua perspektif yaitu perspektif internal dan perspektif eksternal. Perspektif eksternal digunakan untuk memahami apa yang diharapkan konsumen, dirasakan konsumen, dan kepuasan konsumen. Pengukurannya menggunakan metode servqul. aDyke et al (1997), servqual adalah suatu peralatan untuk mengukur kualitas dari pelayanan oleh sebuah informasi dari penyedia pelayanan. Sedangkan, perspektif internal diidentifikasikan dengan bebas kesalahan (zero defect) dan melakukan dengan benar saat pertama kali serta menyesuaikan dengan permintaan. Untuk mengukur perspektif internal yang bebas kesalahan (zero defect) yang berhubungan dengan kualitas pelayanan digunakan metode six sigma. Six sigma adalah seperangkat alat yang digunakan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mengeliminasi sumber variasi dalam proses.
Dimensi Servqual
Skala servqual meliputi lima dimensi kualitas jasa yaitu; Tangibles, Reliability, Responsiveness, Assurance, dan Empathy. Setiap dimensi memiliki beberapa pertanyaan dan dijawab dalam rentang nilai 1 sampai 7, di mana angka 1 mewakili perasaan sangat tidak setuju (strongly disagree) dan angka 7 mewakili perasaan sangat setuju (strongly agree), dengan total pertanyaan sebanyak 22. Berikut ini penjelasan mengenai ke-5 dimensi di atas, yaitu:
  1. Tangibles (bukti terukur), menggambarkan fasilitas fisik, perlengkapan, dan tampilan dari personalia serta kehadiran para pengguna.
  2. Reliability (keandalan), merujuk kepada kemampuan untuk memberikan pelayanan yang dijanjikan secara akurat dan handal.
  3. Responsiveness (daya tanggap), yaitu kesediaan untuk membantu pelanggan serta memberikan perhatian yang tepat.
  4. Assurance (jaminan), merupakan karyawan yang sopan dan berpengetahuan luas yang memberikan rasa percaya serta keyakinan.
  5. Empathy (empati), mencakup kepedulian serta perhatian individual kepada para pengguna.
METODE WEBQUAL
Webqual(Website Quality) atau Kualitas website menjadi isu yang utama dewasa ini penyebaran informasi dan pelayanan terhadap konsumen/pelanggan sangat penting. Webqualmerupakan salah satu metode pengukuran kualitas yang dikembangkan oleh Stuart Barnes dan Richard Vidgen, (Barnes dkk, 2002). Kualitas inti WebQual berasal dari dukungan dari berbagai literatur primer dan sekunder yang mengacu pada penelitian dari tiga bidang utama yaitu:
1.      Information Quality berasal dari penelitian mengenai sistem informasi. Pertanyaan-pertanyaan yang dikembangkan di bagian ini dibangun berdasarkan literatur yang berfokus pada kualitas informasi, data dan sistem.
2.      Service Interaction Qualityberasal dari penelitian mengenai kualitas layanan marketing, e-commerce,dan sistem informasi.
3.      Usabilityberasal dari penelitian dalam bidang Human-Computer Interaction(HCI) atau interaksi manusia dan komputer dan website usability.
Manfaat dari pelaksanaan survey kepuasaan pengguna meliputi (1) identifikasi pelanggan atau profil demografi pelanggan, (2) Identifikasi kekuatan dan kelemahan , (3) rekomendasi perbaikan , (4) hasil survey dapat digunakan sebagai masukan untuk perencaan strategis dari , dan (5) pemahaman yang lebih baik mengenai kinerja melalui benchamarkingdengan lain. (Darmawan,2016), lihat gambar 1.
Webqual dapat digunakan untuk menganalisis kualitas beberapa website, baik website internal perusahaan (intranet) maupun website eksternal.  Persepsi pengguna tersebut terdiri dari dua bagian, yaitu persepsi tentang mutu layanan yang dirasakan (aktual) dengan tingkat harapan (ideal).
Barnes dan Vidgen (2003) melakukan penelitian dengan menggunakan WebQual untuk mengukur kualitas website yang dikelola oleh OECD (Organization for Economic Cooperation and Development).
Website yang bermutu dari perspektif pengguna dapat dilihat dari tingkat persepsi layanan aktual yang tinggi dan kesenjangan persepsi aktual dengan ideal (gap) yang rendah.
Model kualitas website atau WebQual tersebut pertama kali digunakan pada portal sekolah bisnis berdasarkan faktor-faktor kemudahan penggunaan, pengalaman, informasi dan komunikasi, serta integrasi (Barnes dan Vidgen, 2000).
Tingkat pengukurannya  banyak menggunakan seven-likert scale.

METODE PENGUKURAN KUALITAS WEB
Metode pengukuran kualitas web dengan analisis tren pengunjung situs telah banyak dilakukan seperti pada penelitian  kualitas web perbankan di Spanyol yang salah satu variabelnya menggunakan variabel accessibility(Miranda et al, 2006), penelitian kualitas web perbankan di Thailand yang salah satu variabelnya menggunakan variabel durability (Panan et al, 2005), Berbeda dengan penelitian kualitas jasa dengan model webqual. Webqual merupakan salah satu alat diantara beberapa metode sebelumnya, webqual mengukur kesesuaian informasi dengan tugas, interaksi, kepercayaan, waktu respon, desain intuiiveness, daya tarik visual, daya inovasi, daya tarik emosional, komunikasi terintegrasi, proses bisnis dan substitutability. Kualitas pelayanan berbelanja onlineakan tercapai bila didalamnya terdapat 7 dimensi  e-serqual yang terdiri dari reliabilitas, efisiensi, fulfillment, privasi, daya tanggap, kompensasi dan kontak. Dimensi-dimensi kualitas jasa online dalam metodewebqual atau  e-serqual meliputi (Tjiptono, dkk, 2004) :
  1. Efisiensi, yaitu kemampuan pelanggan untuk mengakses website, mencari produk yang diinginkan dan informasi yang berkaitan dengan produk tersebut, dan meninggalkan website tersebut dengan seminimal mungkin.
  2. Reliabilitas, berkenaan dengan fungsionalitas teknis situs bersangkutan, khususnya sejauh mana situs tersedia dan berfungsi sebagaimana mestinya.
  3. Fulfillment, mencakup akurasi janji layanan, ketersediaan stok produk, dan pengiriman produk sesuai dengan waktu yang dijanjikan.
  4. Privasi, berupa jaminan bahwa data perilaku berbelanja tidak akan diberikan kepada pihak lain manapun dan bahwa informasi kartu kredit pelanggan terjamin keamanannya.
  5. Daya tanggap(responsiviness), merupakan kemampuan pengecer online untuk memberikan informasi yang tepat kepada pelanggan sewaktu timbul masalah, memiliki mekanisme untuk menangani pengembalian produk, dan menyediakan garansi online.
  6. Kompensasi, meliputi pengembalian uang, biaya pengiriman, dan biaya penanganan produk.
  7. Kontak(contact), mencerminkan kebutuhan pelanggan untuk bisa berbicara secara online atau melalui telepon (bukan berkomunikasi dengan mesin).

Model e-serqual didasarkan pada asumsi bahwa konsumen membandingkan kinerja jasa pada atribut-atribut relevan dengan standar ideal/sempurna untuk masing-masing atribut jasa. Bila kinerja sesuai atau melebihi standar maka persepsi atas kualitas keseluruhan akan positif dan sebaliknya, dengan kata lain model serqual menganalisis gap antara dua variabel pokok yaitu jasa yang diharapkan (expected service)dan jasa yang dipersepsikan (perceived service) (Tjiptono, dkk, 2004).
            METODE   EWAM

Extended Web Assessment Method (EWAM) adalah sebuah model untuk mengevaluasi dan menilai Aplikasi e-commerce dari perspektif konsumen. EWAM dikembangkan oleh Petra Schubert dan Dorian Selz di Universitas St. Gallen, Swiss. Metode ini secara utama mengintegrasikan temuan dari model Technology Acceptance Model (TAM) Davis dan teori Theory of Reasoned Action (TRA) dari Fishbein dan Ajzen. EWAM sebuah metode yang didasarkan kepada kisi evaluasi mencakup sekumpulan kriteria untuk menilai kualitas dan keberhasilan aplikasi-aplikasi e-commerce dan fitur-fitur yang spesifik dari Internet sebagai media. Pendekatan kuantitatif pada penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dan analisis kualitatif. Sektor penjualan buku online yaitu
lima profil situs web di Indonesia dievaluasi dan dinilai pada studi ini
Model EWAM mengevaluasi setiap situs web berdasarkan persepsi responden dengan membandingkan salah satu situs web sejenis yang dianggap memiliki skor tertinggi sebagai default (ditetapkan).  Gap akan ditemukan dari hasil perbandingan, dan rekomendasi diperlukan untuk memperbaiki situs web dengan kinerja yang dinilai kurang baik.
Berbeda dengan pengukuran Webometric, model ini hanya menekankan pada publikasi secara elektronik melalui Website, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Adapun kriteria yang digunakan untuk mengukur peringkat Webometric adalah Size, Visibility, Rich file, dan Scholar(Suyatno, 2009).  Penjabarannya sebagai berikut.
  1. Size (S) atau Ukuran Website, yaitu jumlah halaman yang terindek oleh empat mesin pencari utama yaitu : Google, Yahoo, Live Search dan Exalead. Perolehan score sebesar 20% dari total traffic kunjungan.
  2. Visibility (V) atau Ketertampakan Website, yaitu: jumlah keseluruhan tautan ekternal yang unik dan terdeteksi oleh Google search, Yahoo Search, Live Search and Exalead. Perolehan score sebesar 50% dari total traffic kunjungan.
  3. Rich Files (R) atau Banyaknya Dokumen, yaitu: banyaknya file yang terdeteksi, khususnya file yang memiliki tingkat relevansi terhadap aktivitas akademik dan publikasi ilmiah, dalam bentuk: Adobe Acrobat (.pdf ), Adobe PostScript (.ps), Microsoft Word (.doc) dan Microsoft Powerpoint (.ppt). Perolehan score sebesar 15% dari total traffic kunjungan.
  4. Scholar (Sc) atau Kepakaran, yaitu: paper atau karya ilmiah dan kutipan-kutipan yang ditemukan dalam Google Scholar. Perolehan score sebesar 15% dari total traffic kunjungan.

Esensi Analisis Web
Sebagian besar proses analisis web terdiri dari empat langkah atau langkah penting, yaitu:
Pengumpulan data ( Collection of data ) : Tahap ini adalah pengumpulan data dasar dan dasar. Biasanya, data ini adalah masalah hitungan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengumpulkan data.
Memproses data menjadi informasi ( Processing of data into information ): Tahap ini biasanya menghitung dan membuatnya menjadi rasio, meskipun mungkin masih ada beberapa perhitungan. Tujuan dari tahap ini adalah untuk mengambil data dan menyesuaikannya dengan informasi, terutama metrik.
Mengembangkan KPI ( Developing KPI ): Tahap ini berfokus pada penggunaan rasio (dan jumlah) dan menanamkannya dengan strategi bisnis, yang disebut sebagai indikator kinerja utama (KPI). Seringkali, KPI menangani aspek konversi, tetapi tidak selalu. Itu tergantung pada organisasi.
Merumuskan strategi online ( Formulating online strategy ): Tahap ini berkaitan dengan tujuan, sasaran, dan standar online untuk organisasi atau bisnis. Strategi-strategi ini biasanya dikaitkan dengan menghasilkan uang, menabung, atau meningkatkan pangsa pasar.

Teknologi analisis web
Setidaknya ada dua kategori analitik web, analitik web di luar situs dan di tempat.
Analisis web di luar situs mengacu pada pengukuran dan analisis web terlepas dari apakah Anda memiliki atau mengelola situs web. Ini mencakup pengukuran potensi audiens (peluang) situs web, pangsa suara (visibilitas), dan buzz (komentar) yang terjadi di Internet secara keseluruhan.
Analisis web di tempat, yang lebih umum dari keduanya, mengukur perilaku pengunjung sekali di situs web Anda. Ini termasuk driver dan konversinya; misalnya, sejauh mana laman landas berbeda dikaitkan dengan pembelian online. Analisis web di tempat mengukur kinerja situs web Anda dalam konteks komersial. Data ini biasanya dibandingkan dengan indikator kinerja utama untuk kinerja dan digunakan untuk meningkatkan respons audiens situs web atau kampanye pemasaran. Google Analytics dan Adobe Analytics adalah layanan analisis web di tempat yang paling banyak digunakan; meskipun alat baru sedang muncul yang memberikan lapisan informasi tambahan, termasuk peta panas dan ulangan sesi.
Secara historis, analisis web telah digunakan untuk merujuk pada pengukuran pengunjung di tempat. Namun, makna ini menjadi kabur, terutama karena vendor memproduksi alat yang menjangkau kedua kategori. Banyak vendor berbeda menyediakan perangkat lunak dan layanan analitik web di tempat. Ada dua cara teknis utama untuk mengumpulkan data. Metode pertama dan tradisional, analisis file log server, membaca file log di mana server web mencatat permintaan file oleh browser. Metode kedua, penandaan halaman, menggunakan JavaScript yang disematkan di halaman web untuk membuat permintaan gambar ke server khusus analitik pihak ketiga, setiap kali halaman web diberikan oleh browser web atau, jika diinginkan, saat klik mouse terjadi. Keduanya mengumpulkan data yang dapat diproses untuk menghasilkan laporan lalu lintas web.
Sumber data analitik web
Tujuan mendasar dari analisis web adalah untuk mengumpulkan dan menganalisis data yang terkait dengan lalu lintas web dan pola penggunaan. Data terutama berasal dari empat sumber:
  1. Data permintaan HTTP langsung: langsung berasal dari pesan permintaan HTTP (header permintaan HTTP).
  2. Tingkat jaringan dan server menghasilkan data yang terkait dengan permintaan HTTP: bukan bagian dari permintaan HTTP, tetapi diperlukan untuk transmisi permintaan yang berhasil – misalnya, alamat IP pemohon.
  3. Data tingkat aplikasi yang dikirim dengan permintaan HTTP: dihasilkan dan diproses oleh program tingkat aplikasi (seperti JavaScript, PHP, dan ASP.Net), termasuk sesi dan rujukan. Ini biasanya ditangkap oleh log internal daripada layanan analisis web publik.
  4. Data eksternal: dapat digabungkan dengan data di tempat untuk membantu menambah data perilaku situs web yang dijelaskan di atas dan menginterpretasikan penggunaan web. Misalnya, alamat IP biasanya dikaitkan dengan wilayah Geografis dan penyedia layanan internet, buka email dan klik-tayang, data kampanye surat langsung, penjualan dan riwayat timah, atau tipe data lain yang diperlukan





Contoh Jurnal Pengukuran Kualitas Website Menggunakan Metode Webqual 4.0.
Link to journal :
Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis kualitas website di malang dorm hostel berdasarkan metode WEBQUAL dengan dimensi Usability, Information, dan Service Interaction. Nilai kesenjangan atau gap dari ketiga dimensi WEBQUAL. Hasil yang didapatkan dari penelitian ini secara keseluruhan, nilai selisih antara kualitas aktual (performance) dan kualitas ideal (importance) memiliki nilai negatif. Total rata-rata kesenjangan atau gap sebesar –(0.84). Nilai kesenjangan terbesar terdapat pada dimensi information dengan nilai kesenjangan atau gap sebesar –(1.33). Berdasarkan hal tersebut dapat disimpulkan bahwa website Malang Dorm Hostel secara aktual dirasakan belum memenuhi kualitas ideal terutama yang berhubungan dengan informasi dan layanan yang terdapat pada website. Indikator yang perlu mendapat perhatian antara lain adalah informasi dengan tingkat detail yang tepat, selain itu atribut informasi dapat dipercaya,keamanan dalam bertransaksi, informasi akurat,keamanan informasi pribadi, informasi dalam format yang sesuai , informasi aktual, informasi relevan dan mudah melakukan navigasi. Diharapkan penelitian ini dapat membantu manajemen website malangdorm Hostel dalam meningkatkan kualitas layanan mereka dalam menghadapi persaingan dan menjawab kebutuhan dan harapan masyarakat.
Berdasarkan hasil evaluasi kualitas layanan website Malang Dorm Hostel dengan menggunakan metode WEBQUAL dan Importance-Performance Analysis (IPA), maka dapat diambil kesimpulanbahwa kualitas aktual yang dirasakan belum bisa memenuhi kualitas ideal yang diinginkan pengguna website Malang Dorm Hostel terutama dari atribut kualitas yang berhubungan dengan informasi dalam website.Bagi manajemen website Malang Dorm Hostel, hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk mengembangkan website yang lebih baik. Pengembangan bisa difokuskan kepada atribut kualitas mengenai informasi terutama dari aspek informasi dengan tingkat detail yang tepat.Saran untuk penelitian selanjutnya bisa dikembangkan dengan menggabungkan metode webqual 4.0 dan IPA dengan metode lainnya sehingga hasil penelitian tidak hanyafokus pada analisa kuadran IPA saja. Bisa juga diteruskan hingga rekomendasi design interfance baru untuk website Malang Dorm Hostel. Untuk responden kuesioner diharapkan pada penilitian selanjutnya bisa lebih banyak mendapatkan responden dari pihak pemilik resmi penginapan Malang Dorm Hostel.

Daftar Pustaka :















































































































Komentar

Postingan populer dari blog ini

Profil Perusahaan Gojek

Cara Membuat Pitch Deck yang Menarik