Profil Perusahaan Gojek
Gambaran Umum PT. Gojek Indonesia
Cakupan Jasa yang Ditawarkan pada Bidang TIK
Luas Lingkup Area Bisnis
Hingga Maret 2021 ini, Go-Jek telah bermitra dengan lebih dari 500.000 driver ojek yang telah tersebar di 50 kota di seluruh Indonesia, di antaranya Bali, Balikpapan, Banda Aceh, Bandar Lampung, Bandung, Banjarmasin, Banyuwangi, Batam, Belitung, Bukittinggi, Cilacap, Cirebon, Garut, Gresik , Jakarta, Jambi, Jember, Karawang, Kediri, Madiun, Madura, Magelang, Makassar, Malang, Manado, Mataram, Medan, Mojokerto, Padang, Palembang, Pasuruan, Pekalongan, Pekanbaru, Pematang Siantar, Pontianak, Probolinggo, Purwakarta, Purwokerto, Salatiga, Samarinda, Semarang, Serang, Sidoarjo, Solo, Sukabumi,Sumedang, Surabaya, Tasikmalaya, Tegal, dan Yogyakarta. Aplikasi Go-Jek telah diunduh lebih dari 11.000.000 kali di Play Store di sistem Android dan App Store di perangkat iOS.Penghasilan Perusaahan Gojek
Layanan Jasa
Karena merupakan perusahaan berbasis transportasi online, maka hal utama yang dijual oleh Go-Jek adalah jasa. Sebagai contoh, pendapatan rata-rata satu pengemudi adalah Rp20.000 untuk satu pesanan. Terdapat 500.000 pengemudi di seluruh Indonesia dan rata-rata dalam satu hari pengemudi mendapat 6 pesanan. Menggunakan sistem bagi hasil 80% untuk pengemudi dan 20% untuk Go-Jek, maka diperoleh: Rp20.000 x 6 x 500.000 x 20% = Rp 12 milyar. Kemudian ada biaya bonus operasional dalam satu hari sejumlah 20% x 100.000 x 500.000) = 10 milyar rupiah. Maka dapat diambil jumlah hasil operasional dalam satu hari adalah (12 – 10) milyar = Rp2 milyar. Itu belum termasuk biaya lainnya.
Merujuk pada perhitungan tersebut, kerugian operasional yang harus ditanggung Go-Jek setiap bulannya sekitar 6 milyar rupiah. Itupun belum termasuk biaya non-operasional lain, seperti gaji dan tunjangan karyawan, biaya listrik, gedung, dan lainnya. Jika hanya mengandalkan pelayanan jasa, maka sebenarnya sulit bagi Go-Jek untuk mendapatkan penghasilan besar.Namun kerugian ini juga memiliki dampak baik. Adanya tarif murah disertai pelayanan yang maksimal tentu membuat semakin banyak orang menjadi pengguna jasa Go-Jek. Artinya, Go-Jek akan tetap mendapat kepercayaan dari penggunanya meski nantinya tarif tersebut dinaikkan.
Database
Karena berbasis online, maka Go-Jek juga terkait erat dengan database. Semakin terkenal dan semakin banyak digunakan, maka semakin banyak pemasukan Go-Jek. Selain itu, dampak yang ditimbulkan adalah akan semakin banyak iklan yang masuk ke Go-Jek sehingga menambah pendapatannya.
Jika ada semakin banyak orang yang membuat akun Go-Jek, maka keuntungan yang diperoleh Go-Jek juga semekin besar. Hal itu karena semakin banyaknya database yang dimiliki Go-Jek, mulai dari nomor HP, email, hingga demografi pengguna. Bukan hanya itu, tempat tinggal, frekuensi penggunaan, dan lainnya juga dimiliki oleh Go-Jek.
Jika database ini dijual ke pihak luar, maka Go-Jek bisa memperoleh tambahan penghasilan. Database ini juga bisa digunakan untuk melakukan ekspansi bisnis tanpa pengeluaran biaya. Bisa juga untuk tes pasar dan membuat efisiensi biaya dengan cara membagi para pengemudi ke tempat yang banyak konsumennya.
Kerja Sama
Go-Jek menerapkan penggunaan atribut yang harus dikenakan oleh pengemudinya, seperti helm dan jaket. Selain itu, Go-Jek juga membantu pembelian perangkat ponsel untuk pengemudi yang belum memilikinya. Kerja sama ini tentunya juga membawa keuntungan untuk Go-Jek.
Sebagai contoh, di awal ada pembayaran sebesar Rp800.000 untuk mendaftar dan biaya jaket serta helm. Untuk membuat jaket dan helm tersebut, Go-Jek mengeluarkan biaya sebesar Rp400.000. Dari sini sudah Rp400.000 keuntungan yang diperoleh untuk satu pengemudi. Jika terdapat 500.000 pengemudi, maka Go-Jek memperoleh Rp20 milyar.ebagai perusahaan yang sudah besar, Go-Jek juga tentu berhasil menjalin kerja sama dengan banyak pengusaha smartphone. Go-Jek bisa mendapat ponsel dengan harga yang lebih murah namun dibayar dengan harga pasaran oleh pengemudi. Hal yang sama juga berlaku pada provider. Ini tentu saja membawa keuntungan bagi Go-Jek, dan juga bagi pihak yang bekerja sama dengannya.Investor
Berbagai perusahaan besar, seperti Warburg Princus, Farallon Capital, dan Capital Group Private Markets menyuntikkan dana pada Go-Jek. Meski dari lini utama yakni penjualan jasa Go-Jek menanggung kerugian, suntikan dana ini membuat Go-Jek tetap bisa beroperasi. Investor ini juga membuat ekspansi bisnis Go-Jek bisa semakin cepat.


Komentar
Posting Komentar