BAB VI : Pemuda dan Sosialisasi
BAB VI
Pemuda dan Sosialisasi
Pemuda pada dasarnya adalah manusia yang umurnya relatif lebih kecil, namun tidak kanak-kanak. Kisaran umur pemuda biasanya retangan umur 15-40 tahun. Dibawah kisaran umur tersebut biasanya masih dikategorikan anak-anak, sedangkan diatas kisaran umur biasanya dikategorikan sebagai orang yang sudah tua. Namun disamping semua itu, pada prinsipnya yang diistimewakan pada pemuda adalah "jiwa" pemuda itu sendiri. Jiwa yang membara penuh semangat, jiwa yang idealis dan kritis. Itulah yang tercerminkan ketika kita mendengar jiwa pemuda. Pemuda adalah timpuan bangsa, dimana bangsa akan menggantungkan nasibnya.
Pemuda tentunya sangat berperan dalam keberlanjutan sebuah negara. Karena ditangan pemuda lah tergenggam arah bangsa. “Beri aku sepuluh pemuda maka akan ku guncangkan dunia”, itulah perkataan founding father Presiden Pertama Indonesia yang menegaskan betapa pentingnya peran pemuda dalam kemajuan bangsa dan Negara. Baik buruknya suatu Negara dilihat dari kualitas pemudanya, karena generasi muda adalah penerus dan pewaris bangsa dan Negara. Generasi muda harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, memiliki kepribadian tinggi, semangat nasionalisme, berjiwa saing, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global. Pemuda juga perlu memperhatikan bahwa mereka mempunyai fungsi sebagai Agent of change, moral force and social control sehingga fungsi tersebut dapat berguna bagi masyarakat.
Dalam sejarah pergerakan dan perjuangan bangsa Indonesia, pemuda selalu mempunyai peran yang sangat strategis di setiap peristiwa penting yang terjadi.
Sosialisasi adalah proses penanaman atau transfer kebiasaan atau nilai dan aturan dari satu generasi ke generasi lainnya dalam sebuah kelompok atau masyarakat. Sejumlah sosiolog menyebut sosialisasi sebagai teori mengenai peranan (role theory). Karena dalam proses sosialisasi diajarkan peran-peran yang harus dijalankan oleh individu.
Adapun Tujuan dari sosialisasi adalah sebagai berikut :
1. Memberikan keterampilan kepada seseorang untuk dapat hidup bermasyarakat. Dengan memberikan sosialisasi kepada individu, maka individu tersebut pada akhirnya dapat dengan mudah belajar untuk bersosialisasi pada masyarakat, sehingga individu tersebut dapat dengan mudah diterima oleh masyarakat.
2. Mengembangkan kemampuan sesorang dalam berkomunikasi secara efektif. Dengan sosialisasi, individu dapat dengan terbiasa untuk berkomunikasi dengan dunia luar dan masyarakat.
3. Mengembangkan fungsi-fungsi organik seseorang melalui introspeksi yang tepat. Dengan bersosialisasi, fungsi organik dalam tubuh/jiwa seseorang akan dapat terlatih dengan baik, sehingga individu tersebut dapat dengan mudah untuk berkumpul pada masyarakat. Serta, dengan komunikasi yang baik, maka individu tersebut dapat dengan mudah untuk hidup berdampingan di masyarakat.
4. Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan kepada seseorang yang mempunyai tugas pokok dalam masyarakat. Dengan sosialisasi, individu dapat dengan mudah untuk mendapatkan kepercayaan diri karena mereka memiliki komunikasi yang baik di masyarakat. Dengan adanya kepercayaan dan komunikasi tersebut maka individu dapat dengan mudah untuk bersosialisasi pada masyarakat.
Ada banyak agen-agen sosialisasi yang terjadi pada masyarakat antaranya yaitu keluarga, tetangga, teman, sekolah, dll.
Sekian bahasan kita kali ini tentang pemuda dan sosialisasi, semoga dapat menambah ilmu anda dan menambah isi dompet saya 😁.

Komentar
Posting Komentar