Teknologi terbaru : Google Assistant, apakah sangat bermanfaat?

Versi Google dari Amazon Alexa, Apple Siri dan Microsoft Cortana adalah Google Assistant. Google Assistant telah membuat kemajuan luar biasa sejak diluncurkan pada tahun 2016 dan mungkin merupakan "asisten" yang paling maju dan dinamis di antara versi2 dari perusahaan lain. Google Assistant pada dasarnya menggunakan teknologi yang cukup banyak diperbincangkan saat ini yaitu Artificial Intellegence (AI) atau kecerdasan buatan. Yang membuat Google Assistant ini disukai banyak orang adalah kemampuannya yang sudah benar2 seperti "asisten" pribadi, disamping keterbatasannya.

Seperti pada Video pengenalan Google Assistant yang direlease oleh google ini,  www.youtube.com/watch?v=FPfQMVf4vwQ. Pada Introduction tersebut, dipaparkan beberapa tugas yang Google Assistant bisa lakukan, seperti mengecek jadwal kita, mencari lokasi pada map, menghidupkan musik, membuat memo, dan masih banyak lainnya. Pada dasarnya, sebenarnya hal2 tadi bisa kita lakukan tanpa adanya bantuan google assistant, nah yang ditawarkan google pada fitur barunya ini adalah kita sebagai pengguna dapat melakukannya hanya dengan ucapan kita. 
Seperti menghidupkan musik, kita tidak perlu lagi repot-repot membuka aplikasi musik, mencari lagu dan menekan tombol play. Cukup dengan instruksi seperti "okay google, play some music". Contoh lain yaitu ketika kita ingin menelpon orang, kita tidak perlu lagi membuka aplikasi telepon dan mencari kontak, cukup dengan instruksi seperti "okay google, call my mom".

Itulah Sekilas pengenalan dari Google Assistant, sekarang kita masuk ke inti dari tulisan ini.
Does Google Assistant actually help us?
Sebenarnya ini tergantung pada pribadi pengguna masing masing. Google Assistant bisa menjadi sangat membantu, atau bahkan bisa menjadi hal yang merepotkan. HAH?? MEREPOTKAN?? okay, Mari kita bahas. 

Bagi orang2 yang super "sibuk", dimana untuk membuka aplikasi atau untuk mengecek data2 yang diperlukan saja sudah "tidak punya waktu" fitur ini bisa sangat membantu mereka, seperti untuk mengecek jadwal, untuk menelepon atau mengirim pesan kepada seseorang, mereka tidak perlu lagi mengecek satu-satu pada smartphone mereka. Tinggal memberikan instruksi pada Google Assistant tersebut.

Sedangkan, Bagi orang2 yang tidak terlalu sibuk, aplikasi ini mungkin akan tidak berguna sepenuhnya. Bahkan ketika kita memberikan instruksi pada google assistant, ia kadang-kadang salah tangkap, atau salah mengartikan, dan itu bisa jadi merepotkan. Namun tidak kita pungkiri ada beberapa tugas dari google assistant yang apabila kita lakukan sendiri sebenarnya lumayan merepotkan. Contoh pribadi, ketika saya ingin tidur saya suka lupa untuk menghidupkan alarm, jadi sering kali ketika saya sudah mulai sangat ngantuk, saya baru teringat untuk menghidupkan alarm di smartphone saya. Akibatnya, jika saya  menyetel alarm pada hp saya dengan manual saya harus mencari aplikasi jam, dan menyetel jamnya, dan itu akan membuat rasa kantuk saya hilang, mungkin dikarenakan melihat terangnya layar hp saya. nah dengan google assistant saya tidak perlu melihat layar hp, saya hanya perlu memberi instruksi dan menunggu kata "iya" dari google tersebut.

Kesimpulannya, tidak bisa kita pungkiri Google Assistant sebenarnya membantu kita, namun sesuai dengan porsi kita masing2. Ada yang hanya membutuhkan Google Assistant untuk mengecek jadwal, atau menyetel alarm, ada juga yang membutuhkannya untuk banyak hal, tergantung keperluan penggunanya masing-masing.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran Website dan Esensi Web

Profil Perusahaan Gojek

Cara Membuat Pitch Deck yang Menarik